Blog Toko
Temukan event, kabar terbaru, dan promosi terbaru di sini!
Apr 29, 2021
Mineral dalam Kelor

Mineral (seperti tembaga, besi, kalsium, kalium) adalah nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh dalam jumlah tertentu (sering dalam jumlah kecil) untuk menjaga kesehatan. Seperti halnya vitamin, mineral adalah nutrisi penting untuk pemeliharaan kesehatan dan pencegahan penyakit. Mineral dan vitamin bertindak secara interaksi. kita perlu vitamin agar mineral dapat bekerja dan sebaliknya. Tanpa beberapa mineral atau vitamin, beberapa vitamin atau mineral tidak akan berfungsi dengan baik. Perbedaan terbesar antara vitamin dan mineral adalah bahwa mineral merupakan senyawa anorganik sedangkan vitamin organik.


Mineral dapat diklasifikasikan menurut jumlah yang dibutuhkan tubuh kita. Mineral utama (mayor) adalah mineral yang kita perlukan lebih dari 100 mg sehari, sedangkan mineral minor (trace elements) adalah yang kita perlukan kurang dari 100 mg sehari. Kalsium, tembaga, fosfor, kalium, natrium dan klorida adalah contoh mineral utama, sedangkan kromium, magnesium, yodium, besi, flor, mangan, selenium dan zinc adalah contoh mineral minor. Mineral minor tak kalah penting dibandingkan mineral utama. Kekurangan mineral minor akan menyebabkan masalah kesehatan yang juga serius.


Ketika pola makan kita sehat dan bervariasi, maka tubuh akan mendapatkan cukup mineral. Namun, bila pola makan tidak seimbang atau tubuh memiliki gangguan penyerapan mineral, maka tubuh dapat mengalami kekurangan mineral. Dalam kondisi tersebut, kita mungkin perlu mengambil suplemen mineral dan vitamin.

Kelor mengandung mineral Kalsium, Kromium, Tembaga, Fluorin, Besi, Mangan, Magnesium, Molybdenum, Fosfor, Kalium, Sodium, Selenium, Sulphur, Zinc. Berikut beberapa manfaat mineral yang terdapat pada kelor bagi kebugaran tubuh.


1.     Kalsium,

Susu merupakan sumber kalsium yang paling kita kenal. Meminum susu secara teratur memastikan tubuh memiliki tulang yang kuat dan tumbuh dengan baik. Tulang terus tumbuh dan berkembang sampai usia kita 30 tahun. Setelah itu, pertumbuhan tulang tidak secepat penyusutannya. Jika tubuh tidak mendapatkan cukup kalsium, maka tulang akan keropos di usia 50 tahun. Kalsium dapat memperlambat proses ini.

Kalsium adalah mineral terbesar yang dibutuhkan tubuh. Sekitar 2-3 persen dari berat badan kita adalah kalsium, di mana 98% tersimpan di dalam tulang dan gigi dan 1% dalam darah. Selain untuk pemeliharaan tulang dan gigi, kalsium juga membantu kontraksi dan relaksasi otot, pembekuan darah, fungsi hormon, sekresi enzim, penyerapan vitamin B12 dan pencegahan batu ginjal dan penyakit jantung.

Kelor mengandung 440 mg/100 gram daun segar dan 2003 mg/100 gram daun kering. Kandungan itu 17 kali lebih banyak dibanding dibanding Susu dan 8,79 kali lebih banyak dalam bentuk bioavailable.


2.     Tembaga,

Tembaga adalah trace element penting bagi kebanyakan hewan, termasuk manusia. Zat ini diperlukan untuk menyerap dan memanfaatkan zat besi. Tembaga terlibat dalam penyerapan, penyimpanan, dan metabolisme besi. Pengaruh tembaga pada kesehatan adalah sebagai bagian dari enzim. Gejala-gejala defisiensi tembaga mirip dengan anemia defisiensi zat besi. Tembaga dapat diserap oleh lambung dan mukosa usus kecil, namun sebagian besar diserap oleh usus kecil. Tembaga ditemukan dalam darah berikatan dengan protein.

Kelor mengandung tembaga 3.1 mg/100 gram polong, 1,1 mg/100 gram daun segar, 28 kali lebih banyak dibandingkan dengan jeruk, dan 1.85 lebih banyak yang disimpan dalam hati.


3.     Besi,

Disimpan dalam hemoglobin (sel darah merah), zat besi membawa oksigen ke sel-sel tubuh dan membawa karbon dioksida keluar tubuh, mendukung fungsi otot, enzim, protein dan metabolisme energi. Kekurangan zat besi menyebabkan anemia, kelelahan, kelemahan, sakit kepala dan apatis.

Ada dua jenis zat besi dalam makanan: besi heme mudah diserap tubuh dan ditemukan dalam daging, unggas dan ikan. Besi non-heme lebih sulit diserap tubuh dan terdapat dalam tumbuh-tumbuhan seperti kacang-kacangan, brokoli, bayam dan kangkung. Tubuh dapat menyerap 20-40 persen besi dari sumber hewani dan 5-20 persen besi dari sumber nabati. Sayuran perlu lebih banyak dikonsumsi untuk mendapatkan zat besi yang dibutuhkan. Untuk meningkatkan penyerapan zat besi, kita perlu bantuan vitamin C.

Kelor mengandung zat besi sebanyak 28,2 mg/100 gram daun kering, 25 kali lebih banyak dibanding bayam, 3 kali lebih banyak dari kacang almond dan 1,77 kali lebih banyak banyak yang diserap ke dalam darah.


4.     Mangan,

Mangan (manganese) adalah mineral penting yang diperlukan dalam jumlah kecil untuk memproduksi enzim yang diperlukan untuk metabolisme protein dan lemak. Zat ini juga mendukung sistem kekebalan tubuh dan keseimbangan gula darah serta terlibat dalam produksi energi sel, reproduksi, dan pertumbuhan tulang.

Kelor mengandung mangan sebanyak 1,06 mg/100 gram daun segar, 0,858 mg dalam 100 gram daun kering, 36 kali lebih banyak dibanding jeruk, 37 kali lebih banyak dibanding telur dan 1,63 kali lebih banyak yang disimpan dalam hati.


5.     Magnesium,

Magnesium membantu mengatur kadar kalium dan natrium dalam tubuh, yang terlibat dalam pengendalian tekanan darah. Magnesium berperan penting dalam pemeliharaan jaringan gigi, tulang dan otot, mengatur suhu tubuh, produksi dan transportasi energi, metabolisme lemak, protein dan karbohidrat, kontraksi dan relaksasi otot. Sebagian besar magnesium disimpan dalam tulang dan gigi, sebagian lain di dalam darah dan otot. Jika Anda tidak memiliki cukup magnesium dalam darah, tubuh Anda akan mengambilnya dari tulang Anda, yang pada gilirannya juga dapat menyebabkan tulang keropos.

Kelor mengandung magnesium sebanyak 368 mg/100 gram daun kering, 4,6 kali lebih banyak dibanding bayam dan 24 mg/100 gram daun segar, 3,5 kali lebih banyak dibanding buah anggur merah, serta 2,20 kali lebih banyak bioavailable.


6.     Fosfor,

Fosfor adalah sebuah mineral yang ditemukan dalam banyak makanan termasuk produk susu dan daging. Fosfor penting untuk tulang dan gigi yang kuat, serta untuk fungsi saraf yang tepat. Fosfor merupakan bagian dari kerangka struktural molekul biologis seperti DNA dan RNA. Sel-sel hidup juga menggunakan fosfor untuk transportasi seluler.

Fosfor biasanya ditemukan di alam bersenyawa dengan oksigen, sebagai fosfat. Kebanyakan fosfat dalam tubuh manusia terdapat di tulang, tapi fosfat yang mengandung molekul (fosfolipid) juga merupakan komponen dari membran sel dan kolesterol. Pada gizi manusia fospor berhubungan erat dengan kalsium, oleh karena calsium dan fospor sumber utamanya susu, merupakan pembentuk tulang, membutuhkan vitamin D untuk absorpsi dan keduanya sangat dipengaruhi oleh hormon paratiroid.

Kelor mengandung 204 mg fosfor dalam 100 gram daun kering dan 110 mg dalam 100 gram polongnya. Dalam berat yang sama, kandungan fosfor dalam daun kelor 4 kali lebih banyak dibanding bayam dan 1,5 kali lebih banyak dibanding susu.


7.     Kalium,

Kalium (sering disebut juga potasium), natrium dan klorida adalah mineral yang larut dalam darah dan cairan tubuh lainnya. Mereka terpecah menjadi ion-ion. Ketiga mineral tersebut membuat cairan dalam tubuh Anda tetap konstan dan tidak berfluktuasi. ketiganya juga berperan penting dalam transportasi glukosa ke dalam sel dan pembuangan limbah, tekanan darah, transmisi impuls saraf, irama jantung dan fungsi otot. Kekurangan mineral-mineral ini menyebabkan mengantuk, kecemasan, mual, kelemahan, dan detak jantung tidak teratur.

Kelor kaya dengan kalium, terdapat 1324 mg kalium dalam 100 gram daun kering dan 259 mg dalam 100 gram daun segarnya. Kandungan kalium dalam kelor 15 kali lebih banyak dibanding pisang,  3,5 kali lebih banyak dibanding susu, dan 9 kali lebih banyak dari telur.


8.     Selenium,

Kita membutuhkan selenium dalam jumlah kecil tetapi teratur untuk kesehatan liver (hati). Selenium banyak ditemukan dalam tanah, sehingga jumlah yang ditemukan dalam sayuran dan buah tergantung pada tempat penanamannya. Pengolahan tanah intensif memiliki selenium yang rendah.

Kelor mengandung 0,9 µg dalam 100 gram daun kering, meskipun kecil namun  memiliki 17,60 kali efek antioksidan.


9.     Zinc.

Zinc terdapat di semua sel tubuh, terutama pada kulit, kuku, rambut dan mata. Pada kaum pria, zinc juga disimpan pada prostat. Zinc berperan penting dalam sintesis DNA dan RNA, produksi protein, insulin dan sperma, membantu dalam metabolisme karbohidrat, lemak, protein dan alkohol, berperan dalam mengeluarkan karbon dioksida, mempercepat penyembuhan, pertumbuhan, perawatan jaringan tubuh, dan mendukung indera seperti penciuman dan perasa. Kekurangan zinc menyebabkan gangguan pertumbuhan, kehilangan nafsu makan, penyembuhan lambat, rambut rontok, libido seks rendah, kehilangan rasa dan bau dan kesulitan beradaptasi dengan cahaya malam.

Kelor mengandung 0,6 mg/100 gram daun segar, 6 kali lebih banyak dibanding almond dan 6.46 kali lebih diserap ke dalam darah.

Produk yang Diulas :
Royal Moringa - Tepung Daun Kelor Halus
Moringa Dry Leaves
Kapsul Daun Kelorina
Apr 29, 2021
Vitamin dalam Kelor

Vitamin, Perlu Sedikit namun Vital

Vitamin (bahasa Inggris: vital amine, vitamin) adalah sekelompok senyawa organik amina berbobot molekul kecil yang memiliki fungsi vital dalam metabolisme setiap organisme, yang tidak dapat dihasilkan oleh tubuh. Jadi, vitamin mutlak harus disuplai dari konsumsi harian kita.

Nama ini berasal dari gabungan kata bahasa Latin vita yang artinya “hidup” dan amina (amine) yang mengacu pada suatu gugus organik yang memiliki atom nitrogen (N), karena pada awalnya vitamin dianggap demikian. Belakangan diketahui bahwa banyak vitamin yang sama sekali tidak memiliki atom N. Dipandang dari sisi enzimologi (ilmu tentang enzim), vitamin adalah kofaktor dalam reaksi kimia yang dikatalisasi oleh enzim. Pada dasarnya, senyawa vitamin ini digunakan tubuh untuk dapat bertumbuh dan berkembang secara normal.


Terdapat 13 jenis vitamin yang dibutuhkan oleh tubuh untuk dapat bertumbuh dan berkembang dengan baik. Vitamin tersebut antara lain vitamin A, C, D, E, K, dan B (tiamin, riboflavin, niasin, asam pantotenat, biotin, vitamin B6, vitamin B12, dan folat). Walau memiliki peranan yang sangat penting, tubuh hanya dapat memproduksi vitamin D dan vitamin K dalam bentuk provitamin yang tidak aktif. Oleh karena itu, tubuh memerlukan asupan vitamin yang berasal dari makanan yang kita konsumsi. Buah-buahan dan sayuran terkenal memiliki kandungan vitamin yang tinggi dan hal tersebut sangatlah baik untuk tubuh. Asupan vitamin lain dapat diperoleh melalui suplemen makanan.


Vitamin memiliki peranan spesifik di dalam tubuh dan dapat pula memberikan manfaat kesehatan. Bila kadar senyawa ini tidak mencukupi, tubuh dapat mengalami suatu penyakit. Tubuh hanya memerlukan vitamin dalam jumlah sedikit, tetapi jika kebutuhan ini diabaikan, maka metabolisme di dalam tubuh kita akan terganggu karena fungsinya tidak dapat digantikan oleh senyawa lain. Gangguan kesehatan ini dikenal dengan istilah avitaminosis. Contohnya adalah bila kita kekurangan vitamin A, maka kita akan mengalami kerabunan. Di samping itu, asupan vitamin juga tidak boleh berlebihan karena dapat menyebabkan gangguan metabolisme pada tubuh.


Penuaan, Radikal bebas dan Peran Vitamin,

Penuaan tubuh merupakan hasil akumulasi dari berbagai kerusakan sel dan jaringan yang tidak dapat diperbaiki. Pada keadaan normal, kerusakan pada sel dan jaringan tubuh dapat diperbaiki melalui proses replikasi sel tubuh yang juga dikenal dengan istilah mitosis. Akan tetapi pada berbagai kasus, sel yang rusak tidak lagi dapat diperbaharui, melainkan terus terakumulasi. Hal inilah yang berpotensi menyebabkan penuaan pada tubuh. Senyawa radikal bebas merupakan salah satu agen yang berkontribusi besar dalam peristiwa ini.


Mitokondria merupakan salah satu organel sel yang paling rentan mengalami kerusakan oleh senyawa oksigen reaktif (radikal bebas). Hal ini terkait dengan banyaknya reaksi pelepasan oksigen bebas di dalam organel ini yang merupakan pusat metabolisme energi tubuh. Banyak penelitian telah membuktikan bahwa tingkat kerusakan mitokondria ini berhubungan langsung dengan proses penuaan tubuh atau panjangnya umur suatu makhluk hidup. Selain itu, kerusakan DNA akibat reaksi oksidasi oleh radikal bebas juga turut berperan besar dalam peristiwa ini. Oleh karena itu, tubuh memerlukan suatu senyawa untuk menekan efek perusakan oleh radikal bebas.

Vitamin merupakan satu dari berbagai jenis senyawa yang dapat menghambat reaksi perusakan tubuh oleh senyawa radikal bebas terkait dengan aktivitas antioksidannya. Asupan vitamin antioksidan yang cukup akan membantu tubuh mengurangi efek penuaan oleh radikal bebas, terutama oleh oksigen bebas yang reaktif. Selain itu, vitamin juga berkontribusi dalam menyokong sistem imun yang baik sehingga risiko terkena berbagai penyakit degeneratif dan penyakit lainnya dapat ditekan, terutama pada manula. Jadi, secara tidak langsung, asupan vitamin yang cukup dan seimbang dapat menciptakan kondisi tubuh yang sehat dan berumur panjang.


Beberapa jenis vitamin telah terbukti memiliki aktivitas antioksidan yang cukup tinggi. Contoh vitamin yang banyak berperan sebagai senyawa antioksidan di dalam tubuh adalah vitamin C dan vitamin E. Vitamin E dapat membantu melindungi tubuh dari oksidasi senyawa radikal bebas. Vitamin ini juga mampu bekerja dalam kondisi kadar senyawa radikal bebas yang tinggi, sehingga mampu dengan efisien dan efektif menekan reaksi perusakan jaringan di dalam tubuh melalui proses oksidasi.

Di samping vitamin E, terdapat satu jenis vitamin lagi yang juga memiliki aktivitas antioksidan yang tinggi, yaitu vitamin C. Vitamin ini berinteraksi dengan senyawa radikal bebas di bagian cairan sel. Selain itu, vitamin C juga dapat memulihkan kondisi tubuh akibat adanya reaksi oksidasi dari berbagai senyawa berbahaya.

Bila kadar radikal bebas di dalam tubuh menjadi sangat berlebih dan tidak lagi dapat diantisipasi oleh senyawa antioksidan, maka akan timbul berbagai penyakit kronis, seperti kanker, arterosklerosis, penyakit jantung, katarak, alzhemeir, dan rematik. Bagi orang yang memiliki sejarah penyakit kronis tersebut dalam garis keturunannya, dianjurkan untuk mengonsumsi banyak makanan yang mengandung vitamin C dan E sebagai sumber senyawa antioksidan. Selain itu, suplemen makanan juga dapat turut membantu mengatasi masalah tersebut.


Kelor mengandungan Vitamin yang berlimpah

Kelor mengandung Vitamin A (Alpha & Beta-carotene), B, B1, B2, B3, B5, B6, B12, C, D, E, K, asam folat, Biotin, dalam jumlah yang berlimpah. Bahkan, berkali lipat dari sumber makanan yang dikenal sebagai sumber nutrisi tinggi.

Pada dasarnya, ada dua kelompok vitamin, yaitu : yang larut dalam lemak dan yang larut dalam air. Vitamin A, D, E, dan K, larut dalam lemak sehingga memerlukan lemak agar dapat diserap oleh tubuh. Kelebihan vitamin-vitamin tersebut akan disimpan dalam hati dan lemak tubuh Anda, kemudian digunakan saat diperlukan. Berlebihan mengonsumsi vitamin yang larut dalam lemak dapat membuat Anda keracunan sehingga menyebabkan efek samping seperti mual, muntah, serta masalah hati dan jantung.


Vitamin B kompleks dan C, merupakan vitamin yang larut dalam air. Tubuh Anda menggunakan vitamin-vitamin itu sesuai kebutuhannya, kemudian mengeluarkan kelebihannya melalui urin. Karena vitamin ini tidak disimpan dalam tubuh, risiko keracunan sangat kecil dibandingkan dengan vitamin yang larut dalam lemak, tetapi risiko kekurangan lebih tinggi.


Tabel Kandungan Vitamin dalam Daun Segar dan Daun Olahan Kelor menurut USDA (per 100 gram bahan).

vit usda


Saya menemukan beberapa sumber yang mempublikasikan kandungan nutrisi tanaman Kelor dengan nilai yang berbeda-beda. Perbedaan tersebut disebabkan oleh banyak faktor, diantaranya asal tanaman, budidaya, cara pengolahan hasil panen dan faktor pengujiannya.

Berikut beberapa peran vitamin yang terkandung dalam tanaman Kelor dalam menjaga tubuh tetap bugar (disarikan dari berbagai sumber yang berbeda).


1.     Vitamin A

Vitamin A berperan dalam pertumbuhan dan pemeliharaan tulang dan jaringan epitel, meningkatkan kekebalan, dan memerangi radikal bebas (antioksidan). Kekurangan vitamin A adalah penyebab utama kebutaan pada anak-anak di banyak negara berkembang.

Vitamin A terdapat dalam makanan berwarna kuning-oranye, berdaun hijau gelap dan dalam bentuk retinol pada makanan yang berasal dari hewan. Wortel, mangga, labu, pepaya, bayam, brokoli, selada air, kuning telur, susu dan hati adalah makanan yang kaya vitamin A.  Kelor mengandung vitamin A, 10 kali lebih banyak dan Beta Carotene, 4 kali lebih banyak dibanding vitamin A yang terkandung dalam Wortel.


2.     Vitamin B,

Vitamin B adalah vitamin yang larut dalam air dan memainkan peran penting dalam metabolisme sel. Dalam sejarahnya, vitamin B pernah diduga hanya mempunyai satu tipe, yaitu vitamin B (seperti orang mengenal vitamin C atau vitamin D). Penelitian lebih lanjut menunjukkan bahwa komposisi kimia didalamnya membedakan vitamin ini satu sama lain dan terlihat dalam contohnya dalam beberapa makanan. Suplemen yang mengandung ke-8 tipe ini disebut sebagai vitamin B kompleks. Masing-masing tipe vitamin B suplemen mempunyai nama masing-masing, seperti misalnya vitamin B1, B2, B3. Kelor mengandung vitamin B sebanyak 423 mg/100 gram daun segar.


3.     Vitamin B1 (tiamin)

Vitamin B1 melindungi sistem saraf, merangsang nafsu makan dan berperan dalam fungsi otot dan jantung. Tiamin juga membantu pengolahan karbohidrat, lemak dan alkohol. Kekurangan vitamin B1 menyebabkan penyakit yang disebut beri-beri, di mana penderita tidak dapat memproses karbohidrat dan lemak dengan baik dan mengembangkan berbagai gejala termasuk masalah jantung, saraf, peradangan nyeri sendi dan kurangnya nafsu makan.

Vitamin B1 hadir dalam biji-bijian, jeroan, kacang polong, kacang tanah, kuning telur, beras merah, semua jenis daging, kentang, kubis, kacang hijau, pisang, dan pepaya. Kelor mengandung vitamin B1 sebanyak 2,6 mg/100 gram daun kering. Dalam jumlah yang sama, kandungan B1 Kelor 4 kali lebih banyak dibanding kandungan vitamin B1 dalam daging babi dan 21 kali lebih banyak dibanding tepung terigu.


4.     Vitamin B2 (riboflavin)

Vitamin ini membantu pencernaan protein, karbohidrat dan lemak dan melindungi kulit dan mata. Kekurangan vitamin B2 dapat menyebabkan penyakit kulit, kesulitan mencerna makanan dan mata merah.

Vitamin B2 hadir dalam kubis, susu, keju, kacang polong, telur, beras, wortel, ubi jalar, singkong, tomat, kacang, alpukat, nanas, pepaya, jambu biji, dan mangga. Kelor mengandung 20,5 mg/100 gram daun kering. 50 kali lebih banyak dibanding kandungan vitamin B2 dalam Sardines.


5.     Vitamin B 3 (Niasin)

Vitamin B3 juga dikenal dengan istilah niasin. Vitamin ini berperan penting dalam metabolisme karbohidrat untuk menghasilkan energi, metabolisme lemak, dan protein. Di dalam tubuh, vitamin B3 memiliki peranan besar dalam menjaga kadar gula darah, tekanan darah tinggi, penyembuhan migrain, dan vertigo. Berbagai jenis senyawa racun dapat dinetralisir dengan bantuan vitamin ini. Vitamin B3 termasuk salah satu jenis vitamin yang banyak ditemukan pada makanan hewani, seperti ragi, hati, ginjal, daging unggas, dan ikan. Akan tetapi, terdapat beberapa sumber pangan lainnya yang juga mengandung vitamin ini dalam kadar tinggi, antara lain gandum dan kentang manis. Kekurangan vitamin ini dapat menyebabkan tubuh mengalami kekejangan, keram otot, gangguan sistem pencernaan, muntah-muntah, dan mual.

Niasin (bahasa Inggris: niacin, nicotinic acid vitamine) adalah salah satu senyawa organik yang ditemukan pada tahun 1937, yang berfungsi untuk mencegah penyakit pelagra. Senyawa organik yang lain disebut nikotinamida, keduanya mengandung alkaloid nikotina dan kemudian disebut sebagai vitamin B3, meskipun nikotinamida bukanlah nikotinamina.


Sekitar tahun 1956, niasin mulai digunakan pertama kali untuk menurunkan kadar kolesterol dan mencegah serangan jantung. Niasin berfungsi dengan baik untuk meningkatkan HDL, menurunkan kadar LDL dan trigliserida, namun penggunaan yang berlebihan dapat berakibat gagal hati yang hanya dapat diatasi dengan transplantasi.

Manusia membutuhkan vitamin B3 5-15 mg/hari dengan batas maksimal 35 mg/hari. Kekurangan vitamin B3 akan menyebabkan pelagra dengan gejala umum diare, demensia dan dermatitis.

Kelor mengandung vitamin B3 sebanyak 8,2 mg/100 gram daun kering, 50 kali lebih banyak dari kandungan vitamin B3 dalam kacang tanah.


6.     Vitamin B6 (piridoksin)

Bakteri pencernaan memproduksi vitamin ini dan sebagian diserap melalui dinding usus. Kekurangan vitamin ini menyebabkan masalah kulit seperti dermatitis seboroik di sekitar mata, hidung dan mulut. Pisang, alpukat, jeruk, tomat, apel, ayam, ikan, daging, telur, jeroan, kacang tanah dan kedelai adalah sumber vitamin B6 yang penting untuk metabolisme karbohidrat dan asam amino non-esensial.

Kelor mengandung 1.200 mg/100 gram daun segar, 29 kali lebih banyak dari apel dan 4,5 kali lebih banyak dari alpukat.


7.     Vitamin C  (asam askorbat)

Vitamin C terutama terdapat dalam buah jeruk, kiwi, melon, limau, jambu biji, sirsak, mangga, stroberi, pepaya, tomat, kubis dan cabai. Vitamin ini sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan, membantu proses penyembuhan, meningkatkan sistem kekebalan tubuh (membantu mencegah flu), merangsang sintesis kolagen, menjaga elastisitas kulit, dan menjaga kesehatan tulang, gigi, otot dan tendon. Vitamin C juga berperan sebagai antioksidan dan membantu penyerapan zat besi di usus.


Kekurangan vitamin C dapat menyebabkan sariawan, mimisan, anemia, dan nyeri sendi. Namun, kekurangan vitamin C lebih jarang terjadi dibandingkan kekurangan beberapa jenis vitamin B. Penderita penyakit kanker dan masalah pencernaan atau mereka yang mendapatkan infus lebih mudah terkena kekurangan vitamin C.

Karena mudah rusak oleh panas dan cahaya, makanan ya ng mengandung vitamin C harus disimpan di tempat sejuk dan teduh. Konsumsi vitamin C terlalu banyak dapat membahayakan karena menyebabkan diare dan batu ginjal. Karena vitamin C membantu penyerapan zat besi, dosis sangat tinggi dapat mengakibatkan kelebihan zat besi.

Kelor mengandung Vitamin C sebanyak 220 mg/100 gram daun segar, 7 kali lebih bayak dari jeruk dan 10 kali lebih banyak dari anggur.


8.     Vitamin D (kalsiferol)

Vitamin D sangat penting untuk pertumbuhan dan pemeliharaan tulang, karena mengontrol penyerapan kalsium dan fosfor yang penting untuk metabolisme tulang. Kekurangan vitamin D pada anak-anak akan menyebabkan penyakit rakhitis, dan pada orang dewasa menyebabkan osteomalasia, kondisi di mana tulang menjadi lemah dan lunak.


Vitamin D dapat diproduksi tubuh saat kulit menerima ultraviolet dari sinar matahari. Kekurangan vitamin D dapat terjadi pada mereka yang memiliki diet rendah vitamin D atau jarang terkena sinar matahari. Dosis besar vitamin dapat menyebabkan kelebihan kalsium, terutama pada anak-anak, yang mengganggu pembentukan tulang. Namun, hal tersebut sangat jarang terjadi. Tidak ada rekomendasi mengenai diet vitamin D untuk orang dewasa yang hidup normal dan cukup terpapar sinar matahari.

Dibandingkan dengan susu, dalam berat yang sama (100 gram), daun Kelor segar mengandung Vitamin D alami 4 kali lebih banyak dan daun Kelor kering mengandung vitamin D 17 kali lebih banyak.


9.     Vitamin E (tokoferol)

Vitamin ini adalah antioksidan penting yang mencegah penuaan dini sel-sel, merangsang sistem kekebalan tubuh, mengurangi risiko katarak, melindungi dari penyakit jantung, mencegah penyakit kanker dan menjaga kesehatan kulit. Kekurangan vitamin E pada manusia jarang terjadi, kecuali pada bayi prematur dan mereka yang memiliki masalah pencernaan.


Vitamin E hadir dalam minyak wijen, kacang kedelai, beras, jagung dan biji bunga matahari, kuning telur, kacang-kacangan dan sayuran.

Kelor mengandung vitamin E sebanyak 113 mg/100 gram serbuk daun, 3 kali lebih banyak dari bayam dan 4 kali lebih banyak dibanding vitamin E yang terkandung dalam Minyak Jagung.


10.  Vitamin K, (Phylloquinone)

Vitamin K terlibat dalam pembekuan darah dan kekurangannya dapat menyebabkan perdarahan berlebihan dan kesulitan dalam penyembuhan. Kekurangan vitamin ini jarang terjadi, kecuali pada bayi baru lahir dan mereka yang memiliki masalah penyerapan atau metabolisme vitamin, seperti penderita penyakit hati kronis. Selada, kubis, kembang kol, bayam, kangkung, susu, dan sayuran berdaun hijau tua adalah sumber terbaik vitamin ini.

Kelor mengandung 108 µg/100 gram daun kering, 1,5 kali lebi banyak dari kubis.

Produk yang Diulas :
Kapsul Daun Kelorina
Royal Moringa - Tepung Daun Kelor Halus
Moringa Dry Leaves
Apr 29, 2021
Kelor dan 36 Anti-inflamasi

Inflamasi

Inflamasi adalah respons biologis kompleks dari jaringan vaskuler atas adanya bahaya, seperti pathogen, kerusakan sel, atau iritasi. Ini adalah usaha perlindungan diri tubuh kita untuk menghilangkan rangsangan penyebab luka dan inisiasi proses penyembuhan jaringan. Jika inflamasi tidak ada, maka luka dan infeksi tidak akan sembuh dan akan mengalami kerusakan yang lebih parah. Namun, inflamasi yang tidak terkontrol juga dapat menyebabkan penyakit, seperti demam, atherosclerosis, dan rheumatoid arthritis. (Gard, 2001)

Inflamasi dapat dibedakan atas inflamasi akut dan kronis. Inflamasi akut adalah respons awal tubuh oleh benda berbahaya dan terus meningkat sejalan dengan meningkatnya pergerakan plasma dan leukosit dari darah ke jaringan luka. Reaksi biokimia berantai yang mempropagasi dan pematangan respons imun, termasuk system vaskuler, system imun dan berbagai sel yang ada pada jaringan luka. Inflamasi kronis merupakan inflamasi yang berpanjangan, memicu peningkatan pergantian tipe sel yang ada pada tempat inflamasi dan dicirikan dengan kerusakan dan penutupan jaringan dari proses inflamasi. (Gard, 2001)

Inflamasi merupakan respons jaringan terhadap rangsangan fisik atau kimiawi yang merusak sel tubuh. Rangsangan ini menyebabkan lepasnya mediator inflamasi seperti histamine, serotonin, bradykinin, dan prostaglandin, yang menimbulkan reaksi radang berupa panas, nyeri, merah, bengkak, dan disertai gangguan fungsi. Kerusakan sel yang terkait dengan inflamasi berpengaruh pada selaput membran sel yang menyebabkan leukosit mengeluarkan enzim-enzim lisosomal dan asam arakidonat., selanjutnya dilepaskan dari persenyawaan-persenyawaan terdahulu. Jalur siklooksigenase (COX) dari metabolisme arakidonat menghasilkan prostaglandin yang mempunyai efek pada pembuluh darah, ujung saraf, dan pada sel-sel yang terlibat dalam inflamasi. (Katzung, 2004). Itulah mengapa ketika terjadi peradangan kita merasakan nyeri.


Anti-inflamasi

anti inflamantori



Anti inflamasi adalah obat yang dapat menghilangkan radang yang disebabkan bukan karena mikroorganisme (non infeksi), namun yang timbul sebagai respons cedera jaringan dan infeksi. Agen-agen anti-inflamasi mempunyai khasiat tambahan seperti meredakan rasa nyeri (Analgesik), dan penurun panas (Antipiretik). Setelah dilakukan riset untuk obat yang efektif dan efek samping minimal, maka dikenalkan obat-obat Anti-inflamasi non steroid atau NSAID (Non Steroidal Anti-inflammatory Drug) yang mempunyai efek-efek Anti-inflamasi kuat. NSAID memiliki khasiat analgesik (pereda nyeri), antipiretik (penurun panas), dan anti inflamasi (anti radang). Istilah “non steroid” digunakan untuk membedakan jenis obat-obatan ini dengan steroid, yang juga memiliki khasiat serupa. NSAID bukan tergolong obat-obatan jenis narkotika.


Cara kerja NSAID didasarkan pada penghambatan isoenzim COX-1 (cyclooxygenase-1) dan COX-2 (cyclooxygenase-2). Enzim cyclooxygenase ini berperan dalam memacu pembentukan prostaglandin dan thromboxane dari arachidonic acid. Dengan terhambatnya isoenzim ini, maka prostaglandin yang menimbulkan reaksi radang berupa panas, nyeri, merah, bengkak, dan disertai gangguan fungsi itu pun tidak terbentuk.

Bagian tanaman kelor memiliki substansial aktivitas anti-inflamasi. Misalnya, ekstrak akar menunjukkan secara signifikan aktivitas anti-inflamasi pada kaki tikus yang diinduksi keregenan edema (Ezeamuzie et al, 1996;.. Khare et al, 1997). Selain itu, n-butanol ekstrak biji Kelor menunjukkan aktivitas anti inflamasi terhadap ovalbumin-induced peradangan saluran napas pada marmut (Mahajan et al., 2009).


Kandungan Anti-inflamasi Alami Kelor

Vitamin A, Vitamin B1 (Thiamin), Vitamin C, Vitamin E, Arginine, Beta-sitosterol, Asam Caffeoylquinic, Kalsium, Klorofil, Tembaga, sistin, Omega 3, Omega 6, Omega 9, Fiber, Glutathione, Histidin, Indole Acetic Acid, Indole acetonitrile, isoleucine, Kaempferal, Leusin, Magnesium, Asam oleat, Fenilalanin, Kalium, Quercetin, Rutin, Selenium, stigmasterol, Sulfur, Tryptophan, Tyrosine, Zeatin, Zinc.

Apr 29, 2021
Bagaimana Kelor membuat Tubuh Bugar

Sehat atau Bugar ?

Sebelum menjelaskan pertanyaan yang menjadi sub judul diatas, akan lebih baik bila kita memahami dulu arti kata BUGAR yang menjadi tujuan kita mengkonsumsi Kelor. Kamus Besar Bahasa Indonesia, menjelaskan kata BUGAR sebagai berikut :

  • sehat dan segar (tt badan);
  • mem·bu·gar·kan (v) menjadikan sehat dan segar;
  • ke·bu·gar·an (n) hal sehat dan segar (tt badan);
  • kesegaran: membiasakan makan sayuran mentah akan menambah – jasmani;
  • pem·bu·gar·an (n) proses, cara, perbuatan membugarkan: – jasmani dapat dilakukan dengan olahraga teratur.


Jadi, kata bugar mengandung arti lebih dari sekedar sehat, tetapi juga segar.


Sedangkan kata SEGAR disebutkan :

  • berasa nyaman dan ringan (tt perasaan badan);
  • merasa nyaman (tt udara);
  • nyaman dan sehat (tt kesehatan badan);
  • baik tumbuhnya (tt tumbuhan dsb, dipakai juga dl arti kiasan): tanaman kebunnya selalu — krn ia rajin menyirami;
  • masih baru; tidak layu (tt sayuran dsb, dipakai juga dl arti kiasan): warung itu menjual sayur-sayuran yg masih –;
  • — bugar 1 sehat benar-benar; 2 masih baru benar; 3 masih sehat dan kuat;
  • — pugar segar bugar;
  • me·nye·gar·kan (v) menjadikan segar (nyaman, sehat, kuat, dsb): minuman sari buah – badan; rekreasi – pikiran;
  • mem·per·se·gar (v) membuat lebih segar; menyegarkan;
  • pe·nye·gar (n) sesuatu yg menyegarkan;
  • pe·nye·gar·an (n) proses, cara, perbuatan menyegarkan;
  • ke·se·gar·an (n) keadaan (hal, sifat, dsb) segar; kenyamanan; kesehatan


Maka, tujuan mengkonsumsi Kelor adalah membuat tubuh kita bugar dan menjaga kebugaran itu sepanjang masa. Bagaimana Kelor dapat membuat tubuh kita bugar ?

Untuk memahami bagaimana Kelor dapat membuat tubuh kita bugar, maka harus dilihat dari manfaat serta khasiat dari masing-masing nutrisi yang terkandung dalam Kelor. Berikut penjelasan lebih lengkap tentang kandungan, manfaat dan khasiat beberapa nutrisi penting yang terkandung dalam Kelor.


Kelor Mengandung 46 Antioksidan

Kelor mangandung 46 senyawa antioksidan kuat atau senyawa- senyawa dengan karakteristik antioksidan. Senyawa antioksidan ini dapat menetralisir radikal bebas yang merusak sel-sel dalam tubuh.


a.   Bahaya radikal bebas

Darah kita setiap saat mengalirkan oksigen ke sel-sel tubuh. Oksigen membantu sel mengubah nutrisi menjadi energi. Dalam kondisi normal, molekul-molekul di dalam sel memiliki pasangan elektron yang lengkap sehingga stabil.

Ketika melakukan kontak dengan oksigen, molekul itu teroksidasi sehingga kehilangan elektron. Molekul tidak stabil tersebut lalu berubah menjadi apa yang disebut radikal bebas. Jadi, radikal bebas adalah produk alamiah hasil metabolisme sel. Radikal bebas sama alamiahnya dengan kita menghirup udara.

Biasanya, tubuh memiliki sistem pertahanan alami untuk menetralisir radikal bebas agar tidak berkembang menjadi berbahaya. Namun, pengaruh lingkungan dan kebiasaan buruk seperti radiasi ultraviolet, polusi, kebiasaan mengkonsumsi “junk food” dan merokok, dapat membuat sistem pertahanan tubuh kewalahan menghadapi radikal bebas yang berjumlah besar.


Pada saat tubuh kita dipenuhi radikal bebas yang berlebihan, maka molekul yang tidak stabil yang berada didalam tubuh kita itu berubah bentuk menjadi molekul pemangsa. Mereka mulai bergerak liar dan menyerang bagian tubuh yang sehat maupun yang tidak sehat sehingga terjadi penyakit.

Berbagai penyakit telah diteliti dan diduga kuat berkaitan dengan aktivitas radikal bebas ini. Penyakit-penyakit tersebut mencakup lebih dari 50 kelainan seperti Stroke, Asma, Pankreatitis, berbagai penyakit radang usus, penyumbatan kronis pembuluh darah di jantung, penyakit parkinson, Sel Sickle Leukemia, Artritis rematoid, pendarahan otak dan tekanan darah tinggi, bahkan AIDS.


Sebagai molekul tidak stabil, radikal bebas selalu berusaha “menyerobot” elektron molekul lain di dalam tubuh untuk membuatnya stabil kembali. Hal ini dapat menghancurkan bangunan dan struktur sel-sel tubuh serta mengubah ukuran dan bentuk mereka. Bayangkanlah proses perusakan sel ini seperti perkaratan besi oleh oksigen yang menghancurkan bentuknya.

Kerusakan sel-sel tersebut pada akhirnya menimbulkan dampak merugikan bagi kesehatan. Berbagai penelitian menunjukan bahwa radikal bebas yang berlebihan dapat memicu dan memperparah penyakit jantung, penyakit infeksi, tumor dan kanker, penyakit mata (seperti katarak dan glukoma), penyakit kulit (seperti alergi dan dermatitis), dan lainnya serta mempercepat proses penuaan.


b.   Antioksidan menetralisir radikal bebas

Cara Kerja Antioksidan


Antioksidan dapat didefinisikan sebagai suatu zat yang dapat menghambat atau memperlambat proses oksidasi. Oksidasi adalah jenis reaksi kimia yang melibatkan pengikatan oksigen, pelepasan hydrogen, atau pelepasan elektron.

Proses oksidasi adalah peristiwa alami yang terjadi di alam dan dapat terjadi dimana-mana tak terkecuali di dalam tubuh kita.

Antioksidan ini secara nyata mampu memperlambat atau menghambat oksidasi zat yang mudah teroksidasi meskipun dalam konsentrasi rendah. Antioksidan juga sesuai didefinisikan sebagai senyawa-senyawa yang melindungi sel dari efek berbahaya radikal bebas oksigen reaktif jika berkaitan dengan penyakit, radikal bebas ini dapat berasal dari metabolisme tubuh maupun faktor eksternal lainnya.

Antioksidan merupakan nutrisi alami yang ditemukan dalam buah-buahan dan sayuran tertentu, dan telah terbukti dapat melindungi sel-sel manusia dari kerusakan oksidatif dan memberikan keuntungan lainnya, antara lain :

•   Menguatkan kekebalan tubuh agar tahan terhadap flu, virus, dan infeksi.

•   Mengurangi kejadian semua jenis kanker.

•   Mencegah terjadinya glukoma dan degenerasi makular.

•   Mengurangi risiko terhadap oksidasi kolestrol dan penyakit jantung.

•   Anti-penuaan dari sel dan keseluruhan tubuh.


Mengkonsumsi lebih banyak antioksidan membantu tubuh untuk menetralisir radikal bebas berbahaya. Antioksidan berperan menetralisir radikal bebas dengan “menyumbangkan” elektron sehingga membuatnya stabil. Diperkirakan ada lebih dari 4.000 senyawa dalam makanan yang berfungsi sebagai antioksidan. Yang paling banyak dipelajari adalah beta karoten (pro vitamin A), vitamin C, vitamin E, asam fenolik, selenium, klorofil, karotenoid, flavonoid, glutasion, koenzim Q10, melatonin dan likopen. Perlu dicatat bahwa vitamin A sendiri bukan antioksidan.


c.    Kekurangan Antioksidan

Diet rendah lemak dapat mengganggu penyerapan beta karoten, vitamin E, dan nutrisi lainnya yang larut dalam lemak. Buah-buahan dan sayuran adalah sumber penting dari vitamin C dan karotenoid. Biji-bijian dan minyak nabati berkualitas tinggi adalah sumber utama vitamin E.

Banyak zat nutrisi yang berasal dari tanaman disebut sebagai “fitonutrien”, atau “phytochemical”. Ini juga memiliki sifat antioksidan. Senyawa Phenolic seperti flavonoid merupakan bahan kimia tersebut yang ditemukan pada beberapa buah-buahan, sayuran, ekstrak teh hijau, daun Kelor, dan banyak lagi lainnya.

Terlepas dari diet, tubuh juga memiliki beberapa mekanisme antioksidan yang dapat melindungi diri dari kerusakan sel yang disebabkan oleh radikal bebas. Enzim antioksidan-glutathione peroksidase, katalase dan superoksida dismutase (SOD) adalah enzim yang memiliki aktivitas kerja menangkal radikal bebas. Namun, untuk dapat bekerja sempurna mereka membutuhkan mikronutrien kofaktor seperti selenium, besi, tembaga, seng, dan mangan. Dan Kelor mengandung semua mikronutrien kofaktor yang dibutuhkan tersebut.


Kelor membentengi tubuh kita dengan 46 senyawa antioksidan yang menangkal dan menetralisir radikal bebas, sebelum merusak sel-sel organ tubuh penting seperti jantung, hati, ginjal, paru-paru dan bahkan kulit yang membungkus tubuh, sehingga tubuh kita selalu terjaga untuk tetap bugar sepanjang waktu.


d.    Kandungan Antioksidan dalam Kelor

Vitamin A, Vitamin C, Vitamin E, Vitamin K, Vitamin B (Kolin), Vitamin B1 (Thiamin), Vitamin B2 (Riboflavin), Vitamin B3 (Niacin), Vitamin B6, Alanin, Alpha-carotene, Arginine, Beta-carotene , Beta-sitosterol, Caffeoylquinic Asam, Campesterol, Karotenoid, Klorofil, Chromium, Delta-5-Avenasterol, Delta-7-Avenasterol, Glutathione, Histidine, Asam Indole Acetic, Indoleacetonitrile, Kaempferal, Leusin, Lutein, Metionin, miristat-Asam, palmitat-Asam, Prolamine, Proline, Quercetin, Rutin, Selenium, Treonin, Triptofan, Xanthins, Xanthophyll, Zeatin, zeaxanthin, Zinc.

Produk yang Diulas :
Kapsul Daun Kelorina
Royal Moringa - Tepung Daun Kelor Halus
Moringa Dry Leaves
Apr 29, 2021
Bagaimana Cara Mengkonsumsi Royal Moringa

Pemahaman Umum 


Serbuk Daun Kelorina merupakan bahan organic yang 100 % alami berasal dari daun Kelor tanpa tangkai, yang dikering-anginkan di dalam ruang pengeringan tertutup

dengan suhu terjaga, kemudian dihaluskan menjadi serbuk. Mengonsumsi Serbuk Daun Kelorina sama halnya dengan mengonsumsi sayuran berdaun hijau lainnya seperti bayam, kangkung, daun singkong, selada dan katuk.


Satu-satunya perbedaan adalah Serbuk Daun Kelorina mengandung nutrisi yang lebih tinggi dan padat, serta berkhasiat obat, bahkan baik jenis maupun jumlahnya berkali-kali lipat kekuatan kandungan jenis sayuran daun dan sumber makanan lainnya. Oleh karena itu, tidak ada istilah dosis tepat atau over dosis seperti halnya bahan-bahan kimia atau sintetis yang non organic. Sama seperti tidak ada dosis dan over dosis ketika kita mengonsumsi lalap-lalapan yang penuh dengan dedaunan berwarna hijau. Namun demikian, mengingat pada umumnya Serbuk daun Kelor memiliki rasa dan aroma yang khas, dimana tidak setiap orang menyukainya, sering kali timbul reaksi spontan pada saat mengonsumsinya. Hal ini akan hilang bila mengonsumsi serbuk daun Kelor sudah menjadi kebiasaan.

Prinsip mengonsumsi Serbuk Daun Kelorina adalah memasukkan seluruh nutrisi yang terkandung didalamnya ke dalam tubuh kita, sehingga memperoleh manfaat dan khasiat obat, sebagaimana manfaat dan khasiat nutrisi alami yang terkandung didalamnya, yaitu 48 antioksidan, 18 asam amino (8 asam amino esensial), 36 anti-inflamasi, multi vitamin, mineral dan senyawa alami lainnya yang diperlukan oleh metabolisme tubuh.


Saran Mengonsumsi Serbuk Daun Kelor

1. Mulailah dengan 3 sendok teh per hari pada minggu Pertama. Meminum Teh Kelor, merupakan cara terbaik memperkenalkan Kelor pada tubuh Anda. Minum Teh Kelor setiap bangun pagi, siang hari dan menjelang tidur. Cukup masukan setengah sendok teh Serbuk Daun Kelorina ke dalam segelas air panas, dan biarkan larut lalu minum saat hangat. Jika rasa dan aromanya terlalu kuat bagi Anda, kurangi kekentalannya dengan cara menambah airnya. Serbuk Daun Kelorina pun dapat Anda taburkan pada makanan pada saat sarapan, makan siang atau makan malam. Saya sangat suka mencampur Serbuk Daun Kelorina dengan juice buah-buahan, mangga, alpukat, strawberry atau sirsak, merupakan favorite saya. Coba deh …

2. Tingkatkan pada minggu kedua. Tingkatkan asupan nutrisi Anda dengan dua sendok makan per hari untuk menjaga dan memelihara kesehatan Anda. Sedangkan untuk penyembuhan, sebaiknya tiga sendok makan per hari. Gunakan dengan cara yang sama, buat teh Kelor, campuran minuman dan makanan konsumsi harian Anda.

3. Setelah minggu kedua. Tubuh Anda sudah mulai mengenal Serbuk Daun Kelorina dan Anda pun sudah terbiasa dengan rasa dan aromanya. Mulailah mengingat dan memperbandingkan, apa yang tubuh Anda rasakan selama 2 minggu mengonsumsi Serbuk Daun Kelorina. Tidak saja kemajuan secara fisik, tapi juga mental. Bagi yang memiliki gula darah tinggi, atau tekanan darah yang tinggi, silahkan cek kadar gula darah dan tensi Anda, biasanya sudah turun dan menjadi normal kembali.

Tubuh Anda adalah unik seperti kebutuhannya. Setelah dua minggu penggunaan teratur, Anda dapat mulai membuat perubahan dalam banyak hal pada tubuh. Konsumsi terus Serbuk Daun Kelorina dengan jumlah tiga sampai lima sendok makan per hari, atau lebih dengan cara yang sama dan makanan yang bervariatif. Campurkan pada agar-agar, puding, bahan kue, kopi dan susu, dll.

Banyak peneliti merekomendasikan jumlah konsumsi serbuk daun Kelor per hari berdasarkan kebutuhan nutrisi harian (RDA) adalah 25 gram per hari untuk anak 1 – 3 tahun, dan untuk ibu hamil dan menyusui 50 gram per hari. Ingat, Anda tidak bisa memaksa proses alami dalam tubuh, jadi jangan mengambil Serbuk Daun Kelorina sekaligus banyak hanya karena ingin cepat mendapat manfaat.

Nutrisi yang terkandung dalam Serbuk Daun Kelorina bekerja alami, dengan proses mengeluarkan racun dalam tubuh (detoksifikasi) termasuk benda dan organisme asing pada tubuh Anda, memperbaiki sel-sel yang rusak akibat radikal bebas dan penyakit, dan memulihkan fungsi metabolisme organ-organ vital dalam tubuh Anda. Konsumsi secara teratur sebagai bagian dari pola makan harian Anda dan seperti kata Pak Mario Teguh, Lihat Apa yang Terjadi.


Terdapat berbagai cara untuk memasukkan nutrisi yang terkandung dalam Serbuk Daun Kelorina ke dalam tubuh kita, diantaranya :

  1. Dimasukkan ke dalam kapsul, saya sarankan menggunakan kapsul ukuran 00 dan dikonsumsi 3 x 2 kapsul per hari. Berat rata-rata kapsul kelor +/- 600 mg – 700 mg.
  2. Ditaburkan langsung dalam makanan seperti nasi, nasi goreng, bubur, sayur, dll. Taburkan 1 sendok teh serbuk daun kelor dalam makanan yang kita konsumsi pada saat sarapan, makan siang dan makan malam. Harap diperhatikan, akan ada rasa dan aroma khas kelor dalam makanan yang telah dicampurkan. Banyak tidaknya sangat tergantung selera kita terhadap rasa dan aroma khas tersebut.
  3. Dicampurkan dalam juice buah-buahan seperti alpukat, jeruk, melon, tomat, dll. Campurkan 1 sendok teh untuk setiap satu gelas juice.
  4. Dicampurkan dalam kopi, susu atau madu.
  5. Dicampurkan dalam resep olahan makanan, seperti kue, pudding, agar-agar, dll.
  6. Dibuat teh Kelor dengan cara memasukkan 1 sendok teh Serbuk Daun Kelorina ke dalam 1 gelas air panas, kemudian diaduk hingga larut dan diamkan sampai mengendap dan dingin. Lalu saring ampasnya. Akan menghasilkan teh yang cukup kental. Jika tidak suka Teh Kelor kental, bisa dicairkan dengan mencampurnya kembali dengan secangkir air hangat, sesuai selera Anda terhadap rasa dan aroma khas daun Kelor.
  7. Campurkan ke dalam kecap, saus, atau sambal kesukaan Anda.


Membuat Moringa Energy Booster 

  • Siapkan 1 gelas air dingin (200 ml) masukan ke dalam blender.
  • Masukan 1 sendok makan Serbuk Daun Kelorina, 1 sendok makan madu/susu/cream + perasan 1 buah jeruk nipis.
  • Masukan buah-buahan yang Anda suka (alpukat, jambu, mangga).
  • Blender dengan kecepatan sedang.
  • Moringa Energy Booster sudah siap memicu luapan energy Anda.


Resep-resep Minuman dan Makanan yang mengandung Serbuk Daun Kelor, banyak terdapat di Internet. Berkreasilah.

Sekali lagi saya katakan, kata kunci dari semua itu adalah “Bagaimana Memasukkan kandungan Super Nutrisi dalam Serbuk Daun Kelorina ke dalam tubuh Anda, sehingga mendapatkan seluruh manfaat dari nutrisi tersebut bagi kesehatan dan kesejahteraan Anda”. Selamat Mencoba dan Jangan Lupa Berbagi Informasi kepada Sesama.

Produk yang Diulas :
Royal Moringa - Tepung Daun Kelor Halus
Feb 28, 2021
Apa yang membuat Teh Daun Kelor Istimewa?


Apakah ada makanan atau minuman yang dilaporkan memiliki manfaat dan khasiat kesehatan sebanyak Teh Kelor? Sejak zaman kuno, para tabib India telah mengetahui manfaat dan khasiat pengobatan dari teh kelor dan menggunakannya untuk mengobati mulai dari sakit kepala sampai depresi. Literatur kuno menyatakan bahwa Teh Kelor telah digunakan sebagai obat di India setidaknya selama 4.000 tahun.


Journal of National Cancer Institute pada tahun 1994 menerbitkan hasil studi epidemiologi yang menunjukkan bahwa minum teh kelor mengurangi hampir 60 persen risiko kanker esofagus pada laki-laki dan perempuan di Cina. Para peneliti dari Universitas Purdue baru-baru ini juga menyimpulkan bahwa senyawa dalam Teh Kelor menghambat pertumbuhan sel kanker. Ada juga penelitian yang menunjukkan bahwa minum Teh Kelor menurunkan kadar kolesterol total, serta meningkatkan rasio kolesterol baik (HDL) dan kolesterol buruk (LDL).


Singkatnya, minum Teh Kelor telah dikenal dapat membantu beberapa kondisi medis seperti kanker, rheumatoid arthritis, kadar kolesterol tinggi, penyakit cariovascular, infeksi dan gangguan fungsi kekebalan tubuh.


Rahasia Teh Kelor adalah kaya dengan kandungan polifenol catechin, terutama epigallocatechin gallate (EGCG) yaitu anti oksidan kuat. Selain menghambat pertumbuhan sel kanker, membunuh sel kanker tanpa membahayakan jaringan sehat disekitarnya, EGCG juga telah efektif dalam menurunkan kadar kolesterol LDL, dan menghambat pembentukan bekuan darah abnormal yang menjadi penyebab utama serangan jantung dan stroke.


Sebuah penelitian sedang dilakukan untuk mengetahui kaitan antara efek dari minum Teh Kelor dengan “Paradox Prancis”. Selama bertahun-tahun, para peneliti dibuat bingung oleh fakta bahwa meskipun mengkonsumsi makanan yang kaya lemak, namun jumlah masyarakat Perancis yang mengidap penyakit jantung lebih rendah daripada orang Amerika. Semula, jawabannya karena masyarakat Perancis suka sekali mengkonsumsi anggur merah yang mengandung resveratrol, sebuah polifenol yang membatasi efek negatif dari merokok dan diet lemak. Namun, dalam sebuah studi tahun 1997, peneliti dari University of Kansas menemukan bahwa EGCG dua kali lebih kuat dari resveratrol, yang juga mungkin menjelaskan mengapa tingkat penyakit jantung di antara pria Jepang cukup rendah, meskipun kira-kira 75 persen pria Jepang adalah perokok.


Mengapa Teh Kelor memberikan sifat khasiat yang jauh berbeda dengan teh lainnya ? Telah diketahui bahwa penyebabnya adalah proses pembuatan yang berbeda. Teh Kelor berasal dari daun kelor yang diproses dengan cara dikering anginkan atau kering beku, yang mencegah senyawa EGCG teroksidasi. Sebaliknya, teh hitam dan daun teh lainnya berasal dari daun yang diproses dengan cara fermentasi, yang menyebabkan EGCG diubah menjadi senyawa lain yang tidak memiliki efektifitas yang sama dengan EGCG dalam mencegah dan memerangi berbagai penyakit.


Bukti baru yang muncul bahwa Teh Kelor bahkan dapat membantu diet. Pada bulan November 1999, American Journal of Clinical Nutrition menerbitkan hasil penelitian di Universitas Jenewa Swiss. Para peneliti menemukan bahwa pria yang diberi kombinasi kafein dan ekstrak Teh Kelor membakar lebih banyak kalori dibandingkan dengan pria yang hanya diberikan kafein atau plasebo saja. Teh Kelor pun dapat membantu mencegah kerusakan gigi dan dapat membunuh bakteri yang menyebabkan plak gigi.


Sumber : moringaleaves.com 

Produk yang Diulas :
Teh Celup : Kelor Green Tea
Moringa Dry Leaves
Feb 28, 2021
Asam Amino dalam Kelor

Manusia dipastikan Tidak Bisa Hidup Tanpa Asam Amino dan Tidak Akan Sehat bila kekurangan Asam Amino. Namun dalam jumlah yang tepat, asam amino akan menjaga dan membangun sistem tubuh yang kuat. Apa sesungguhnya yang dilakukan asam amino dalam tubuh kita ?

Asam amino adalah blok bangunan protein. Ibarat sebuah huruf yang berbeda dari alfabet, digunakan untuk membentuk kata-kata yang berbeda lantas menjadi sebuah bangun kalimat. Begitu pun dengan asam amino ini, asam amino yang berbeda digunakan untuk membangun protein yang berbeda pula.


Tubuh manusia mampu memproduksi hanya 12 dari 20 asam amino yang berbeda yang dibutuhkan untuk membangun protein yang digunakan untuk tumbuh, memperbaiki dan memelihara sel-sel. Delapan jenis asam amino dikenal sebagai asam amino esensial karena tubuh tidak dapat memproduksi asam amino jenis ini dan harus diberikan dalam bentuk asupan makanan, biasanya berasal dari daging merah atau produk susu.

Namun memberikan asupan asam amino tidak sesederhana kedengarannya karena sering kali makanan sehat kita justru kekurangan berbagai macam asam amino yang diperlukan tubuh. Itulah mengapa banyak orang yang kelebihan berat badan tetapi kekurangan gizi.


Penyakit dimulai dalam sel individu

Sel dalam tubuh melakukan regenerasi setiap beberapa hari. Kulit kita benar-benar diganti setiap 27 hari dan kerangka kita diperbarui setiap dua tahun. Setiap hari miliaran sel menggantikan sel yang terbentuk sebelumnya. Setiap regenerasi harus menjadi salinan sempurna dari sel yang digantikannya. Proses regenerasi terancam oleh banyak hal seperti polusi di udara, air, dan tanah, radiasi dari matahari, stres, pilihan gaya hidup dan bahkan bahan makanan selama diproses.

Satu hal yang pasti, untuk menjadi sehat tubuh membutuhkan biomolekul kecil yang disebut asam amino. Meskipun berukuran sangat kecil, asam amino memainkan peran besar dalam nutrisi yang sehat untuk tubuh. Biomolekul yang tersedia dalam jumlah yang tepat, akan membentengi tubuh terhadap masalah kesehatan yang paling umum dan telah ditunjukkan dalam berbagai studi untuk memerangi proses penuaan.


Kelor secara alami mengandung 18 dari 20 asam amino yang dapat diserap tubuh dan benar-benar penting untuk kesehatan yang baik. Menurut farmakolog klinis, Dr Monica G. Marcu, “Asam amino paling alami diserap dari kompleks sumber makanan atau tanaman.” Ann Hirsch, PhD, Profesor Botani di University of California, Los Angeles, mengatakan, ” Salah satu hal yang paling mengesankan saya tentang Kelor adalah fakta bahwa ia memiliki asam amino esensial lengkap yang manusia dan makhluk hidup lain membutuhkannya, ada delapan jenis asam amino yang tidak dapat dibentuk oleh tubuh, jadi kita harus mendapatkannya dari makanan kita”. Kelor merupakan salah satu dari sangat sedikit tanaman yang mengandung semua (delapan) asam amino esensial;


Kelor mengandung Semua (delapan) Asam Amino Esensial

Berikut adalah daftar lengkap alami asam amino yang ditemukan dalam Kelor dan penjelasan singkat tentang mengapa tubuh kita membutuhkan semua (delepan) asam amino esensial ini.

1. ISOLEUSIN membangun protein dan enzim dan menyediakan bahan-bahan yang digunakan untuk membuat komponen biokimia lain yang penting dalam tubuh Anda, beberapa di antaranya mempromosikan energi dan merangsang otak untuk membuat Anda selalu waspada.

2. LEUCINE bekerja dengan isoleusin untuk membangun protein dan enzim yang meningkatkan energi tubuh Anda dan kewaspadaan.

3. LISIN menjamin tubuh Anda menyerap kalsium dalam jumlah yang tepat. Hal ini juga membantu kolagen yang digunakan dalam tulang rawan dan jaringan ikat. Lisin membantu dalam produksi antibodi, hormon, dan enzim. Studi terbaru menunjukkan lisin meningkatkan keseimbangan nutrisi yang mengurangi pertumbuhan virus.

4. METIONIN berperan utama memasok sulfur untuk tubuh Anda. Hal ini diketahui untuk mencegah masalah rambut, kulit, dan kuku sambil menurunkan kadar kolesterol karena akan meningkatkan produksi lesitin dalam hati. Metionin mengurangi lemak hati dan melindungi ginjal yang mengurangi iritasi kandung kemih.

5. PHENYLALAINE menghasilkan bahan kimia yang diperlukan untuk mengirimkan sinyal antara sel-sel saraf dan otak Anda. Hal ini dapat membantu menjaga Anda waspada, mengurangi rasa lapar Anda, ditambah meningkatkan memori Anda dan suasana hati Anda.

6. TREONIN adalah bagian penting dari kolagen, elastin, dan protein enamel. Tidak hanya membantu metabolisme, treonin membantu mencegah tertimbunnya lemak dalam hati, meningkatkan pencernaan tubuh Anda dan saluran usus.

7. TRYPTOHYAN mendukung sistem kekebalan tubuh, meredakan insomnia, mengurangi kecemasan, depresi, dan gejala sakit kepala migrain. Hal ini juga isbeneficial dalam mengurangi risiko arteri dan kejang jantung karena bekerja dengan lisin untuk mengurangi kadar kolesterol.

8. Valin penting dalam mempromosikan pikiran yang tajam, koordinasi otot-otot, dan suasana hati yang tenang.


Kelor mengandung Sepuluh Asam Amino Non-Esensial

Asam amino non-esensial dapat diproduksi oleh tubuh dengan bantuan nutrisi yang tepat, juga ditemukan berlimpah dalam Kelor.

1. Alanin penting untuk membangun energi dalam jaringan otot, otak, dan sistem saraf pusat. Ini memperkuat sistem kekebalan tubuh dengan memproduksi antibodi. Alanin juga membantu dalam metabolisme sehat gula dan asam organik dalam tubuh.

2. Arginine telah ditunjukkan dalam studi menyebabkan pelepasan hormon pertumbuhan yang dianggap penting untuk pertumbuhan otot yang optimal dan perbaikan jaringan. Arginine juga meningkatkan respon kekebalan tubuh terhadap bakteri, virus, dan sel-sel tumor sementara mempromosikan penyembuhan luka tubuh Anda.

3. Asam aspartat membantu membersihkan tubuh dari amonia yang diciptakan oleh limbah selular. Ketika amonia memasuki sistem peredaran darah, dapat bertindak sebagai zat yang sangat beracun yang dapat merusak sistem saraf pusat. Studi terbaru juga menunjukkan bahwa asam aspartat dapat menurunkan kelelahan dan meningkatkan daya tahan tubuh.

4. Sistin berfungsi sebagai antioksidan dan merupakan bantuan yang kuat untuk tubuh dalam melindungi terhadap radiasi dan polusi. Hal ini dapat membantu memperlambat proses penuaan, menonaktifkan radikal bebas, dan menetralkan racun. Sistin juga membantu dalam sintesis protein dan menyajikan perubahan seluler. Hal ini diperlukan untuk pembentukan sel-sel kulit baru, yang membantu dalam pemulihan dari luka bakar dan operasi bedah.

5. Asam glutamat adalah makanan bagi otak. Ini meningkatkan kapasitas mental, membantu mempercepat penyembuhan luka, mengurangi kelelahan serta menyeimbangkan gula dalam darah.

6. Glycine mempromosikan pelepasan oksigen yang dibutuhkan dalam proses pembuatan sel. Selain itu juga penting dalam pembuatan hormon yang bertanggung jawab untuk sistem kekebalan yang kuat.

7. Histidin digunakan dalam pengobatan rheumatoid arthritis, alergi, borok, dan anemia. Kurangnya histidin dapat menyebabkan lemahnya pendengaran.

8. Serine penting dalam menyimpan glukosa dalam hati dan otot. Antibodi yang membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh Anda. Plus, mensintesis selubung asam lemak sekitar serat saraf.

9. Proline sangat penting untuk fungsi yang tepat dari sendi dan tendon, serta membantu menjaga dan memperkuat otot-otot jantung.

10. Tryrosine mengirimkan impuls saraf ke otak Anda. Ini membantu mengatasi depresi, meningkatkan memori, meningkatkan kewaspadaan mental, ditambah mempromosikan kesehatan fungsi tiroid, adrenal, dan kelenjar pituitari.


Itulah bagaimana Kelor dapat menjaga, memperbaiki dan mempertahankan kesehatan tubuh anda.

Produk yang Diulas :
Royal Moringa - Tepung Daun Kelor Halus
Feb 28, 2021
Kelor dimata Dunia

dari Himalaya ke Sebrang Samudra

Moringa oleifera Lam (sinonim: Moringa pterygosperma Gaertner) yang kita kenal dengan nama Kelor adalah species yang paling terkenal dari tiga belas spesies genus Moringacae. Diduga memilki asal-usul di Agra dan Oudh, terletak di barat laut India, wilayah pegunungan Himalaya bagian selatan. Nama “Shigon” untuk  Kelor telah disebutkan dalam kitab “Shushruta Sanhita” yang ditulis pada awal abad pertama Masehi. Ada bukti bahwa Kelor ini telah dibudidayakan di India sejak ribuan tahun yang lalu. Masyarakat kuno India tahu bahwa biji-bijian mengandung minyak nabati dan mereka menggunakannya untuk tujuan pengobatan. Sekarang, masyarakat India pada umumnya memanfaatkan Kelor sebagai pakan ternak atau sayuran.


Meskipun merupakan tanaman asli kaki bukit selatan Himalaya, namun Kelor hadir di semua negara-negara tropis. Saat ini Kelor dibudidayakan di seluruh Timur Tengah, dan di hampir seluruh daerah tropis. Pertama kali diperkenalkan di Afrika Timur dari India pada awal abad 20. Di Nikaragua, Kelor dikenal dengan nama Marango dan diperkenalkan pada tahun 1920 sebagai tanaman hias dan untuk digunakan sebagai pagar hidup. Pohon Kelor tumbuh sangat baik dan paling sering ditemukan di bagian Pasifik Nikaragua, tetapi Kelor pun dapat ditemukan di kawasan hutan di setiap negara bagiannya.


Sumber lain menyebutkan, Kelor merupakan tanaman asli dari wilayah barat dan sekitar sub-Himalaya, India, Pakistan, Asia Kecil, Afrika dan Arabia (Somalia et al, 1984; Mughal et al, 1999) dan sekarang didistribusikan di Filipina, Kamboja, Amerika Tengah, Amerika Utara dan Selatan serta Kepulauan Karibia (Morton, 1991).

Kelor dikenal dengan banyak nama di berbagai negara dan dalam bahasa Dravida, ada banyak nama lokal untuk Kelor, tetapi semua berasal dari akar kata “Morunga”. Dalam bahasa Inggris umumnya dikenal sebagai Horseradish tree, Drumstick tree, Never Die tree, West Indian Ben tree, dan Radish tree (Ramachandran et al., 1980). Kelor populer disebut ‘drumstick’ karena polongnya yang menyerupai stik drum. Sementara di wilayah lembah Nil, Kelor dikenal dengan nama ‘Shagara al Rauwaq’, yang berarti ‘pohon yang memurnikan’ (Von Maydell, 1986). Di Pakistan, Kelor secara lokal dikenal sebagai ‘Sohanjna’ dan tumbuh dan dibudidayakan di seluruh negeri (Qaiser, 1973, Anwar et al, 2005).


Super Food yang Kaya Nutrisi

Pohon yang dapat tumbuh dengan cepat ini digambarkan dunia sebagai salah satu tanaman yang paling bergizi yang pernah dikenal. Daun memiliki kandungan betakaroten melebihi wortel, mengandung protein melebih kacang polong, lebih banyak mengandung vitamin C dibanding jeruk, kandungan kalsiumnya melebihi susu, mengandung zat besi lebih banyak dari bayam dan kandung kaliumnya lebih banyak dari pisang.

Belakangan ini, Kelor digunakan dengan sukses dalam memerangi kekurangan gizi pada anak-anak dan upaya untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh di banyak negara berkembang. Dunia pengobatan tradisional sudah lama menggunakan Kelor untuk pengobatan berbagai penyakit, termasuk pemulihan dari kerusakan hati. Kelor pun sering digunakan untuk melengkapi obat-obatan modern pada penderita sakit kronis termasuk mereka yang menderita AIDS dan penyakit yang terkait dengan HIV.


Hampir di setiap negara yang sudah menjadikan Kelor sebagai komoditas agribisnis, Kelor dimanfaatkan dalam berbagai cara dan menjadi komoditas utama sumber mata pencaharian petaninya. Biasa ditanam untuk dimanfaatkan daun, buah, bunga dan akarnya, baik sebagai bahan pangan, obat-obatan, pewarna, pakan ternak dan penjernih air limbah. Masyarakat di negara-negara berkembang di Afrika dan Amerika latin, sudah menganggap Kelor sebagai bagian dari kebutuhan konsumsi harian, baik di pedesaan maupun perkotaan.


Tergantung pada tujuan dan kuantitas hasil panennya, masyarakat di negara-negara Afrika membuat pembibitan Kelor sebagai proyek komunitas melalui kelompok tani, atau dalam skala kecil di tingkat keluarga. Pohon Kelor berfungsi sebagai penahan angin, untuk pengendalian erosi tanah, pagar hidup, sebagai tanaman hias, atau tumpangsari bersama tanaman lain yang tidak memerlukan sinar matahari langsung.

Pengembangan Kelor sebagai tanaman penting bagi masyarakat di negara-negara berkembang di Afrika, terbukti efektif dan dapat memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan berkelanjutan dan pengurangan kemiskinan.


Sumber lain menyebutkan, Kelor merupakan komoditas pangan yang penting sebagai sumber ‘gizi alami daerah tropis ‘. Daun, buah, bunga dan polong yang belum matang dari pohon Kelor digunakan sebagai sayuran bernutrisi di banyak negara, terutama di India, Pakistan, Filipina, Hawaii dan banyak bagian Afrika (D’souza dan Kulkarni, 1993; Anwar dan Bhanger, 2003; Anwar et al, 2005.). Daun kelor telah dilaporkan menjadi sumber yang kaya β-karoten, protein, vitamin C, kalsium dan kalium, dan menjadi sumber makanan yang baik sebagai antioksidan alami, karena adanya berbagai jenis senyawa antioksidan seperti asam askorbat, flavonoid, fenolat dan karotenoid (Dillard dan Jerman, 2000; Siddhuraju dan Becker, 2003).

Di Filipina, Kelor dikenal sebagai ‘teman ibu terbaik’ karena pemanfaatannya untuk meningkatkan produksi ASI dan kadang-kadang diresepkan untuk anemia (Estrella et al, 2000.; Siddhuraju dan Becker, 2003).


Penyembuh Ajaib yang Multiguna


Sejak sepuluh tahun terakhir, dunia memandang Kelor sebagai pohon tropis yang paling berguna karena kandungan dan manfaat seluruh bagian tanamannya. Selain itu, Kelor relatif mudah dibudidayakan dan disebarluaskan, baik dengan cara seksual maupun aseksual, tidak memerlukan unsur hara dan air yang banyak sehingga sangat mudah dalam proses pengelolaan produksi dalam skala besar maupun skala rumah tangga. Kelor pun memiliki banyak fungsi seperti sumber makanan bergizi, apotek hidup, herbal, natural kosmetik, pelestarian alam dan lingkungan, konservasi, penyerapan karbon, sumber minyak nabati, energi terbarukan, peningkatan kualitas air, kebutuhan pakan ternak dan sumber pupuk serta pestisida alami.


Para peneliti di berbagai negara seakan berlomba untuk melaporkan hasil penelitiannya yang menguatkan Kelor sebagai tanaman ajaib. Penelitian yang dilakukan oleh Dahot (1998) melaporkan bahwa dalam ekstrak daun kelor mengandung protein dengan berat molekul rendah yang mempunyai aktivitas antibakteri dan antijamur, sedangkan pada penelitian yang dilakukan oleh Meitzer dan Martin (2000) daun kelor yang dilarutkan dalam air dapat digunakan untuk antibiotika. Makkar dan Becker (1997) melaporkan bahwa daun kelor mengandung 27% protein. Sebagai sumber protein daun kelor memiliki kandungan asam amino esensial seimbang (Makkar and Becker, 1996).


Tepung daun kelor memiliki beberapa zat hypotensif, antikanker, dan antibakterial antara lain, niacimicin, pterygospermin. Selain itu daun kelor juga memiliki zat antioksidan antara lain sitosterol dan glukopyranoside (Guevara et al., 1999).


Dr. Monica G Marcu, ilmuwan, peneliti dan penulis buku “Miracle Tree”, menyebutkan Kelor terkenal dan dicintai di berbagai belahan dunia, sementara ketenarannya menyebar dan mendorong proyek penelitian yang menarik di bidang pertanian, kehutanan, kesehatan, botani, industri makanan dan obat-obatan, serta kosmetik. Churches and Charities, Peace Corps, dan organisasi kemanusiaan lainnya seperti Educational Concerns for Hunger Organization (ECHO), Trees for Life – organisasi yang berbasis di Wichita, Kansas – tertarik kepada Kelor untuk alasan yang jelas. Church World Service (the U.S. National Council of Churches’ global service and witness ministry) baru-baru ini menyelenggarakan konferensi internasional pertama kalinya tentang pohon Kelor, sebagai sumber daya penduduk asli, untuk memerangi kelaparan dan kekurangan gizi. Konferensi itu diikuti oleh 27 negara, termasuk 12 negara Afrika, perwakilan dari industri swasta, pejabat kementerian, peneliti, sekuler dan ekumenis organisasi non-pemerintah tampak hadir di antara para peserta.


Yayasan Mata Internasional (berbasis di Maryland, USA) mempromosikan Kelor untuk pencegahan kebutaan pada anak (karena kekurangan gizi) di negara-negara miskin. Memang, Kelor yang kaya dengan kandungan vitamin, dapat menyelamatkan penglihatan anak-anak yang rentan kebutaan karena defisiensi vitamin A.


Koran dan jurnal ilmiah di banyak negara semakin sering menyebutkan Kelor. Sebelumnya, Kelor ini tidak benar-benar dikenal di Barat, kecuali untuk botanis. Sekarang ini, Kelor sangat dikenal sebagai tanaman yang dapat menghentikan sikap putus asa kaum ibu dari negara tropis, yang menggunakannya untuk menyelamatkan anak-anak mereka yang kurang gizi. Selain itu, Kelor pun tampil sebagai krim berbahan alami untuk mempercantik dan meremajakan kulit.


Peneliti dari Austria ke Australia, Nikaragua dan India, untuk melakukan penelitian tentang sifat dan pertumbuhan Kelor. The National Science Foundation dan National Geographic Society, bersama-sama dengan organisasi lainnya, sudah mulai membiayai pengumpulan koleksi dari semua spesies kelor untuk mengumpulkan informasi lebih lanjut tentang kandungannya yang menyehatkan.


Harus diakui, kini Dunia memang tengah terpesona dengan Keajaiban Pohon Kelor.

Feb 28, 2021
Kelor : Tanaman Ajaib

Pohon kelor adalah salah satu tanaman yang paling luar biasa yang pernah ditemukan. Hal ini mungkin terdengar sensasional, namun faktanya memang Kelor terbukti secara ilmiah merupakan sumber gizi berkhasiat obat yang kandungannya diluar kebiasaan kandungan tanaman pada umumnya. Sehingga Kelor diyakini memiliki potensi untuk mengakhiri kekurangan gizi, kelaparan, serta mencegah dan menyembuhkan berbagai penyakit di seluruh dunia. Kelor benar-benar tanaman ajaib, dan karunia Tuhan sebagai sumber bergizi dan obat penyembuhan bagi umat manusia.


Andrew Young, mantan Walikota Atlanta dan Duta Besar Amerika, menyebutkan: “Moringa shows great promise as a tool to help overcome some of the most severe problems in developing world-malnutrition, deforestation, impure water and proverty. The tree does best in the dry regions where these problem a worst.”

Pada tahun 1999, adalah Fuglie LJ yang pertama kali mempublikasikan hasil penelitiannya yang mengejutkan dunia tentang kandungan nutrisi Kelor dan tertuang dalam buku “The Miracle Tree: Moringa oleifera: Natural Nutrition for the Tropics” (Church World Service, Dakar. 68 pp.;). Buku yang memicu gelombang penelitian ilmiah lanjutan tentang Kelor ini, kemudian direvisi tahun 2001 dan dipublikasikan kembali dalam judul : “The Miracle Tree: The Multiple Attributes of Moringa”.


Menurut hasil penelitiannya, daun Kelor ternyata mengandung vitamin A, vitamin C, Vit B, kalsium, kalium, besi, dan protein, dalam jumlah sangat tinggi yang mudah dicerna dan diasimilasi oleh tubuh manusia. Bahkan, seperti tampak pada Gambar 1. (Perbandingan Nutrisi Daun Kelor Segar dan Serbuk, dengan beberapa sumber nutrisi lainnya), jumlahnya berlipat-lipat dari sumber makanan yang selama ini digunakan sebagai sumber nutrisi untuk perbaikan gizi di banyak belahan negara. Tidak hanya itu, Kelor pun diketahui mengandung lebih dari 40 antioksidan. Kelor dikatakan mengandung 539 senyawa yang dikenal dalam pengobatan tradisional Afrika dan India (Ayurvedic) serta telah digunakan dalam pengobatan tradisional untuk mencegah lebih dari 300 penyakit.

 

Gambar 1: Perbandingan Nutrisi Daun Kelor Segar dan Serbuk, dengan beberapa sumber nutrisi lainnya. (Diolah dari : Fuglie LJ (1999) The Miracle Tree: Moringa oleifera: Natural Nutrition for the Tropics. Church World Service, Dakar. 68 pp.; revised in 2001      and published as The Miracle Tree: The Multiple Attributes of Moringa, 172 pp.)


Dr Gary Bracey, seorang penulis, pengusaha, motivator, dan ahli kesehatan di Afrika, mempublikasikan dalam moringadirect.com, bahwa serbuk daun Kelor mengandung :

  • 15 kali Kalium yang terkandung dalam pisang,
  • 10 kali Vitamin A yang terkandung dalam Wortel
  • 4 kali Beta Carotene yang terkandung dalam Wortel,
  • 25 kali Zat Besi yang terkandung dalam bayam,
  • 17 kali Kalsium dan 2 kali Protein yang terkandung dalam Susu,
  • 9 kali Protein yang terkandung dalam Yogurt,
  • 6 kali Zinc yang terkandung dalam almond,
  • 5 kali Serat (Dietary Fiber) yang terkandung dalam sayuran pada umumnya,
  • 6 kali Asam Amino yang terkandung dalam bawang putih,
  • 100 kali GABA (gamma-aminobutyric acid) yang terkandung dalam beras merah,
  • 2 kali Phenol Poly terkandung dalam Red Wine,
  • 50 kali Vitamin B2 yang terkandung dalam Sardines,
  • 50 kali Vitamin B3 yang terkandung dalam Kacang,
  • 4 kali Vitamin E yang terkandung dalam Minyak Jagung,
  • 4 kali Vitamin B1 yang terkandung dalam daging babi.


Tahun 2006, Wiley InterScience mempublikasikan artikel berjudul “Moringa oleifera: A Food Plant with Multiple Medicinal Uses”. Artikel tersebut merupakan ulasan tentang penggunaan bagian-bagian tanaman Kelor sebagai obat penyembuh. Disebutkan, berbagai bagian dari tanaman Kelor berisi mineral penting dan merupakan sumber protein yang baik, vitamin, β-karoten, asam amino fenolat dan berbagai asam amino essensial lainnya. Kelor menyediakan kombinasi yang kaya dan langka dari zeatin, quercetin, β – sitosterol, caffeoylquinic asam dan kaempferol.Selain memiliki kekuatan sebagai pemurni air yang efektif dan nilai gizi yang tinggi,

Kelor sangat penting untuk pengobatan alami. Berbagai bagian dari tanaman Kelor seperti daun, akar, biji, kulit kayu, buah, bunga dan polong dewasa, bertindak sebagai stimulan jantung dan peredaran darah, memiliki anti-tumor, anti-piretik, anti-epilepsi, anti-inflamasi, anti-ulcer, anti-spasmodic, diuretik, anti-hipertensi, menurunkan kolesterol, anti-oksidan, anti-diabetik, kegiatan hepatoprotektif, anti-bakteri dan anti-jamur. Saat ini Kelor sedang diteliti untuk digunakan dalam pengobatan penyakit yang berbeda dalam sistem kedokteran, khususnya di Asia Selatan.

Produk yang Diulas :
Royal Moringa - Tepung Daun Kelor Halus
Jul 04, 2020
Salam Sehat & Sejahtera

Kelor telah menjadi salah satu tanaman yang paling banyak dipelajari di Filipina, India, Afrika, Eropa dan di Amerika Serikat. Beberapa universitas terkemuka, lembaga ilmiah yang kredibel dan badan-badan pemerintah di seluruh dunia telah dan tengah serius memeriksa tanaman menakjubkan yang banyak manfaatnya bagi kesehatan manusia. Akibatnya, hasil penelitian yang tak terhitung jumlahnya dan makalah penelitian telah dipublikasikan dalam jurnal medis dan ilmiah terkenal. Ratusan studi ini dapat ditemukan di US National Center for Biotechnology / National Library of Medicine / National Institutes of Health situs: PubMed.gov, dan ribuan website sumber informasi tentang Tanaman Kelor lainnya di internet.


Informasi yang tersimpan selama ribuan tahun tentang manfaat dan khasiat Kelor, klaim pengobatan tradisional India Ayurveda bahwa Kelor mampu menyembuhkan lebih dari 300 penyakit, dan mengapa minyak Kelor selalu ada di dalam piramida-piramida Mesir, kini dijelaskan dengan baik oleh Ilmu pengetahuan modern.


Menilik kandungannya, Kelor memang layak mendapat sebutan “Miracle Tree” atau “Trees of Life” dan saya menyebutnya Super Nutrisi. Bukan tanpa alasan, kandungan super nutrisi yang dimiliki Kelor telah diverifikasi oleh berbagai lembaga ilmiah dan universitas di berbagai belahan dunia. Dan, informasi tersebut kemudian digunakan untuk gerakan kemanusiaan mengatasi malnutrisi (gizi buruk) di negara-negara miskin Afrika. Jutaan orang telah dapat diselamatkan dengan mengkonsumsi Kelor.


Oleh karena itulah, terdorong oleh keinginan untuk turut serta bersama-sama komponen bangsa lainnya dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, kami menggagas Revolusi Nutrisi yang dimaksudkan sebagai upaya untuk :

1. Menjadikan Tanaman Kelor sebagai asupan nutrisi Bangsa Indonesia, dan

2. Meningkatkan kandungan Nutrisi Makanan dan Minuman Generasi Muda.


Moringa Super Drink merupakan perwujudan Revolusi Nutrisi dan dibuat dengan tujuan khusus untuk Meningkatkan kandungan Nutrisi Makanan dan Minuman Generasi Muda. Harapan kami, Generasi Milenial Bangsa Indonesia akan mendapatkan manfaat kandungan nutrisi yang terdapat dalam daun Kelor dengan cara dan gaya mereka sendiri. Cara Nikmat Hidup Sehat, gaya Milenial ......... semoga diwujudkan Nya.


PT Moringa Organik Indonesia (PT. MOI) adalah perusahaan pelopor yang mengembangkan tanaman Kelor dengan konsep PLANTS TO PLATES. PT MOI mengembangkan budidaya tanaman Kelor organik dan cara pengolahan "Nutrition Lock Methode" hasil temuan selama lebih dari 10 tahun. Selama ini, produk unggulan PT MOI yang dijual di dalam negeri adalah tepung daun Kelor halus 500 mesh dengan merek “Royal Moringa”. Produk unggulan tersebut kemudian ditambahkan ke dalam beragam makanan dan minuman siap saji di meja makan, untuk meningkatkan nilai gizinya.


PT MOI mendorong ratusan UMKM makanan dan minuman berbahan Kelor di seluruh Indonesia, untuk membuat beragam produk bernilai gizi tinggi yang mengandung campuran tepung daun Kelor halus Royal Moringa. Dalam upaya menjaga Kualitas, Kuantitas dan Kontinuitas pasokan produk UMKM tersebut, PT MOI menyelenggarakan pelatihan di Pusat Pembelajaran Moringa Organik Indonesia di Blora Jawa Tengah.


Saat ini, dalam upaya mendukung tersedianya minuman yang bernutrisi tinggi di dalam negeri, PT MOI mengembangkan dan menjual langsung produk minuman siap saji itu di dalam negeri dalam bentuk franchise “Moringa Super Drink”.


Moringa Super Drink merupakan bentuk usaha franchise minuman alami dengan penambahan Serbuk daun Kelor halus “Royal Moringa”. Sampai saat ini, Moringa Super Drink merupakan satu-satunya franchise minuman di Dunia yang berbasis Tanaman Kelor Organik Indonesia.

Jun 23, 2020
Franchise MSD

Keunggulan Produk


Produk berbahan Alami

Moringa Super Drink diramu dari bahan-bahan alami bumi nusantara, bukan bahan import produk negara lain. Berbahan baku alami saja tidaklah cukup, karena kandungan nutrisi bahan alami tersebut akan sangat ditentukan oleh bagaimana bahan-bahan alami tersebut diolah.


Royal Moringa yang menjadi basis nilai nutrisinya, diolah dari Kebun Kelor Organik Blora yang menerapkan Metode Pengunci Nutrisi. Metode karya anak bangsa ini menjadi acuan produksi Kelor berbasis kualitas dan menjadi perhatian banyak negara untuk turut menerapkannya. Gula Semut Lontar asli NTT dan Cream Nabati kaya serat, turut meningkatkan nilai kandungan gizinya.


Konsep Sehat Asupan Asam Amino Harian

Asam amino sering disebut blok bangunan kehidupan. Semua proses kehidupan tergantung pada protein yang berperan penting dalam tubuh sebagai struktur, pengirim pesan, enzim, dan hormon. Dua puluh jenis asam amino alami adalah blok bangunan protein, yang terhubung satu sama lain dalam bangunan rantai.


DNA memberi tahu tubuh bagaimana membuat rantai asam amino dan bagaimana mengurutkannya menjadi jenis protein tertentu. Delapan asam amino yang disebut asam amino esensial, tidak dapat disintesis dalam sel-sel manusia dan harus dikonsumsi sebagai bagian dari diet. Sepuluh lainnya adalah asam amino non-esensial.


Nilai nutrisi yang diunggulkan Moringa Super Drink adalah kandungan 18 Asam Amino alami, terutama 8 asam amino essensial yang mampu meningkatkan nilai asupan nutrisi harian. Basis asupan asam amino alami ini berasal dari serbuk daun Kelor halus Royal Moringa. Mengacu pada kandungan Asam Amino Royal Moringa dan jumlah yang dimasukkan ke dalam produk Moringa Super Drink, sudah sangat cukup untuk menambah kebutuhan asam amino harian tubuh. Terutama asam amino essensial yang tidak dapat disintesa oleh tubuh. Pun demikian dengan kandungan nutrisi lainnya seperti serat, protein, multi vitamin dan mineral, baik makro maupun mikro.


Cara Nikmat Hidup Sehat

Nusantara kaya dengan warisan minuman sehat dan menyehatkan. Jamu-jamuan misalnya, menjadi ciri khas bangsa kita sejak turun temurun dari nenek moyang. Hanya saja, generasi milenial merasa aroma dan rasa warisan kuliner tersebut tidak sesuai dengan lidah mereka yang sebagian besar sudah terbiasa dengan rasa dan aroma kuliner import, termasuk beragam minuman import yang membanjiri negeri kita. Padahal, kandungan bahan yang menyusunnya belum tentu bermanfaat bagi kebutuhan asupan nutrisi hariannya.


Produk Inovasi

Moringa Super Drink dapat disajikan dalam sajian Panas dan Dingin.

Sajian Panas dapat mengadopsi varian latte art yang sudah berkembang bersama kopi. Sedangkan sajian dingin dapat mengadopsi kreativitas Smothies, Ice blend, Ice drink, MilkShake, Fruit Tea, Chocolata Floating Cream, Flavored Soda, dan creativitas lainnya.

Selain minuman, produk Moringa Super Drink pun bisa disajikan dalam bentuk makanan seperti puding, kue basah atau kering, agar-agar, pukis, ice cream, wafel, martabak, dan bahkan jajanan pasar. Materi bagaimana cara berkreasi dengan Moringa Super Drink akan dibuat khusus dalam bentuk video dan diakses di website serta mudah disebarkan dijejaring media sosial.


Informasi Selengkapnya : FRANCHISE MSD

Produk yang Diulas :
MSD Avocado